Sabtu, 02 November 2019

UTS Kepemimpinan Pemerintahan

UTS Take Home Kepemimpinan Pemerintahan
Nama   :           Indra Sri Wahyuni
NIM    :           201810050311019
Kelas   :           Ilmu Pemerintahan D
Tugas 1
1.      Apa perbedaan era orde baru dan pasca reformasi, peran birokrat dan sukses kepemimpinan kepala daerah?
Pada saat era orde baru, birokrat dijadikan bagian dari faksi dalam Golkar, pembesaran jumlah PNS sebagai kantong kader dan pendukung Golkar. Karakteristik utama birokrasi masa orde baru adalah kuatnya penetrasi birokrasi pemerintah, sebagai representasi kehadiran Negara, ke dalam kehidupan masyarakat. Dalam era ini, birokrat sepenuhnya mengabdi pada kepentingan kekuasaan. Karena di era ini aparatur Negara masih dipilih atau ditentukan oleh petinggi Negara. Maka dari itu, birokrat bekerja untuk penguasa bukan untuk masyarakat. Sehingga pelayanan public yang akan diberikan masyarakat sangatlah kurang baik. Dalam Birokrasi pada masa orde baru menciptakan strategi politik korporatisme Negara yang bertujuan untuk mendukung penetrasinya ke dalam masyarakat, sekaligus dalam rangka mengontrol public secara penuh. Jika dilihat dalam hal kepemimpinannya, birokrat pada masa itu dinilai belum sukses dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal inilah yang banyak menyebabkan kontra di masa itu sehingga menimbulkan adanya reformasi. Maka dari itu, dengan adanya kontra di masa orde baru ini, muncullah masa reformasi. Di masa reformasi saat ini, memang dapat dikatakan bahwa birokrasi sedikit berbenah. Berbenah bukan berarti secara langsung pelayanan public kepada masyarakat yang dijalankan oleh organisasi birokrasi menjadi lebih baik, melainkan saat ini pemerintah memiliki itikad baik dalam menciptakan sebuah transformasi ke arah yang lebih diinginkan oleh masyarakat. Dengan adanya transformasi birokrasi ini akan membuat para birokrat tidak lagi bekerja untuk penguasa. Kepentingan birokrat saat ini lebih diutamakan untuk para masyarakat. maka dari itu, kemimpimpinan birokrat dalam masa ini dinilai sudah sedikit berhasil atau sukses untuk mensejahterakan masyarakat.

2.      Lalu apa perbedaan mencolok gaya kepemimpinannya?
Dalam masa orde baru ini menganut rezim otoriter/militeristik. Yaitu dimana semua kekuasaan dan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah atas perintah dari penguasa tertinggi. Dalam hal ini, para birokrat juga mempunyai kekuasaan tersendiri atas apa yang inigin dilakukannya nanti. Jadi pada masa ini para birokrat diberi kebebasan. Sedangkan dalam masa reformasi yang menganut sistem demokrasi. Para birokrat ini sudah tidak diberi kebebasan karena pada masa ini telah dibuat undang-undang dasar Negara untuk mengatur semua kegiatan yang ada di Negara.

3.      Mengapa tidak semua pejabat, tidak berhasil naik kelas level kepemimpinannya?
Karena, karakteristik yang dimiliki antar pejabat itu berbeda. Dalam meningkatkan level dalam kepemimpinan harus didorong dengan adanya niat dan membuat sebuah perubahan yang dapat menginspirasi. Tak hanya itu, kurangnya kemampuan seorang pemimpin sebagai penunjang naik level kepemimpinan tersebut.

Tugas 2
1.      Pemimpin yang harus merebut dan mempertahankan panggungnya
Dalam ranah politik, tentu banyak yang ingin selalu berada posisi teratas. Banyak orang rela berkorban demi memperebut kekuasaan. Tak hanya merebut, tentu seseorang yang sudah ada diatas akan terus mempertahankan panggungnya karena menurutnya dia sudah berhasil dalam menggapai apa yang dinginkan dan diperjuangkan selama ini. Tentu saat ini tak heran jika banyak orang melakukan segala cara untuk dapat mendapatkan panggung kekuasaan tersebut.

2.      Pemimpin yang harus membayar janjinya
Dalam setiap kampanye, tentu para wakil rakyat akan menyampaikan visi dan misinya. Mereka menyampaikan berbagai janji-janji jika para rakyat memilihnya. Sedangkan saja pada saat sudah terpilih, banyak para wakil rakyat yang tidak dapat menepati janji dan apa yang dilakukannya sekarang tidak sesuai dengan apa yang telah diucapkannya pada saat kampanye. Pemimpin daerah seperti inilah yang membuat daerah tidak akan bisa maju dan tidak dapat mensejahterakan masyarakatnya.

3.      Pemimpin yang harus memperhatikan partainya sekaligus konstitusinya
Setiap para pemimpin daerah, pasti mereka memiliki partai tersendiri untuk menjadi pendukung saat mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah. Karena dengan bergabungnya dengan partai, mereka akan lebih mudah dalam mencalonkan diri. Setelah pemimpin daerah itu terpilih, maka pemimpin daerah itu tidak boleh lupa dengan partai yang telah mendukungnya dan atas konstitusi yang didudukinya sekarang.

4.      Apakah karakter pemimpin daerahmu sudah termasuk didalam ketiga pertanyaan diatas?
Menurut saya belum, karena pemimpin daerah saya belum melaksanakan kewajibannya dengan baik dan para masyarakat masih diberi janji-janji manis saja.

Tugas 3
1.      Bandingkan 3 kepala daerah anda dan Bagaimana cara beliau merebut panggungnya/mendapatkan posisinya
Drs. K. H. Mas’ud Yunus
Lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 1 Januari 1952, saat ini berumur 67 tahun. Beliau adalah wali kota Mojokerto sejak 8 Desember 2013. Beliau terpilih pada pilkada Mojokerto tahun 2013. Beliau adalah seorang santri dekat dari Ulama' kenamaan di Mojokerto, KH. Akhyat Khalimi (abah yat). Sebelumnya ia menjabat sebagai wakil wali kota pada masa kepemimpinan wali kota Abdul Gani Soehartono. Beliau bersama wakilnya Suyitno memenangkan pilkada dengan perolehan suara sebesar 43 persen suara mengalahkan 5 pasangan lainnya. Beliau juga merupakan Ketua badan perkumpulan dan pendidikan al-amin dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto.

H. Abdul Gani Suhartono, MM
Lahir di Pati, Jawa Tengah, 10 Juli 1952,umur 67 tahun. Beliau adalah wali kota Mojokerto yang menjabat pada periode 2003–2008 dan 2008–2013. Beliau digantikan oleh Masud Yunus yang terpilih pada pilkada Mojokerto 2013. Beliau menjalani pendidikan dasarnya di Jawa Tengah (SD di Surakarta dan SMP di Rembang), lalu Beliau melanjutkan pendidikan ke sebuah STM di Surabaya. Beliau terpilih dengan diadakannya pilkada pada tahun 2003 dan 2008. Beliau telah menjabat selama 2 periode di Kota Mojokerto ini.

Ika Puspitasari
Beliau adalah salah satu walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto. Beliau adalah adik dari Drs. K. H. Mas’ud Yunus. Beliau menjabat setelah kakaknya dipenjara karena kasus korupsi. Beliau menjadi walikota Mojokerto dengan cara dilantik.

2.      Bagaimana dia menggunakan kekuasaannya
Drs. K. H. Mas’ud Yunus
Dalam masa kepemimpinannya, beliau membuat perda mengenai wajib belajar untuk siswa di malam hari, menerapkan kewajiban zakat bagi PNS Pemkot dan tetap mengisi kegiatan kerohanian sebagai Ulama' di Mojokerto.

H. Abdul Gani Suhartono, MM
Beliau menggunakan kekuasaannya dengan cara meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat seperti usaha kecil, menengah dan rumah tangga. Tak hanya ekonomi, dalam bidang pariwisata juga ditingkatkan meskipun di Mojokerto tidak terlalu banyak tempat wisata.

Ika Puspitasari
Beliau menggunakan kekuasaannya dengan cara meningkatkan sebuah program di bidang kesehatan dan pendidikan. Karena menurut beliau kedua bidang dinilai sangat penting. Maka dari itu kedua program tersebut menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya.

3.      Beri nilai saat ini berada dilevel mana setelah dirinya pensiun
Drs. K. H. Mas’ud Yunus
Saat ini beliau berada di level terendah. Karena beliau telah melakukan tindakan korupsi dan tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

H. Abdul Gani Suhartono, MM
Saat ini beliau berada di level sedang. Saat ini beliau menggiring anaknya untuk dapat menjadi seperti beliau. Hal ini lah yang membuat beliau berada di level sedang.

4.      Apakah pemimpinmu seorang politisi atau negarawan
Drs. K. H. Mas’ud Yunus (Politisi)
H. Abdul Gani Suhartono, MM (Politisi)
Ika Puspitasari (Politisi)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar