UTS Take Home
Kepemimpinan Pemerintahan
Nama : Indra
Sri Wahyuni
NIM : 201810050311019
Kelas : Ilmu
Pemerintahan D
Tugas
1
1.
Apa perbedaan era orde baru dan pasca
reformasi, peran birokrat dan sukses kepemimpinan kepala daerah?
Pada
saat era orde baru, birokrat dijadikan bagian dari faksi dalam Golkar,
pembesaran jumlah PNS sebagai kantong kader dan pendukung Golkar. Karakteristik
utama birokrasi masa orde baru adalah kuatnya penetrasi birokrasi pemerintah, sebagai
representasi kehadiran Negara, ke dalam kehidupan masyarakat. Dalam era ini,
birokrat sepenuhnya mengabdi pada kepentingan kekuasaan. Karena di era ini
aparatur Negara masih dipilih atau ditentukan oleh petinggi Negara. Maka dari
itu, birokrat bekerja untuk penguasa bukan untuk masyarakat. Sehingga pelayanan
public yang akan diberikan masyarakat sangatlah kurang baik. Dalam Birokrasi
pada masa orde baru menciptakan strategi politik korporatisme Negara yang
bertujuan untuk mendukung penetrasinya ke dalam masyarakat, sekaligus dalam
rangka mengontrol public secara penuh. Jika dilihat dalam hal kepemimpinannya,
birokrat pada masa itu dinilai belum sukses dalam melaksanakan tugasnya dengan
baik. Hal inilah yang banyak menyebabkan kontra di masa itu sehingga
menimbulkan adanya reformasi. Maka dari itu, dengan adanya kontra di masa orde
baru ini, muncullah masa reformasi. Di masa reformasi saat ini, memang dapat
dikatakan bahwa birokrasi sedikit berbenah. Berbenah bukan berarti secara
langsung pelayanan public kepada masyarakat yang dijalankan oleh organisasi
birokrasi menjadi lebih baik, melainkan saat ini pemerintah memiliki itikad baik
dalam menciptakan sebuah transformasi ke arah yang lebih diinginkan oleh
masyarakat. Dengan adanya transformasi birokrasi ini akan membuat para birokrat
tidak lagi bekerja untuk penguasa. Kepentingan birokrat saat ini lebih
diutamakan untuk para masyarakat. maka dari itu, kemimpimpinan birokrat dalam
masa ini dinilai sudah sedikit berhasil atau sukses untuk mensejahterakan
masyarakat.
2.
Lalu apa perbedaan mencolok gaya
kepemimpinannya?
Dalam
masa orde baru ini menganut rezim otoriter/militeristik. Yaitu dimana semua
kekuasaan dan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah atas perintah
dari penguasa tertinggi. Dalam hal ini, para birokrat juga mempunyai kekuasaan
tersendiri atas apa yang inigin dilakukannya nanti. Jadi pada masa ini para
birokrat diberi kebebasan. Sedangkan dalam masa reformasi yang menganut sistem
demokrasi. Para birokrat ini sudah tidak diberi kebebasan karena pada masa ini
telah dibuat undang-undang dasar Negara untuk mengatur semua kegiatan yang ada
di Negara.
3.
Mengapa tidak semua pejabat, tidak
berhasil naik kelas level kepemimpinannya?
Karena,
karakteristik yang dimiliki antar pejabat itu berbeda. Dalam meningkatkan level
dalam kepemimpinan harus didorong dengan adanya niat dan membuat sebuah
perubahan yang dapat menginspirasi. Tak hanya itu, kurangnya kemampuan seorang
pemimpin sebagai penunjang naik level kepemimpinan tersebut.
Tugas
2
1.
Pemimpin yang harus merebut dan
mempertahankan panggungnya
Dalam
ranah politik, tentu banyak yang ingin selalu berada posisi teratas. Banyak orang
rela berkorban demi memperebut kekuasaan. Tak hanya merebut, tentu seseorang
yang sudah ada diatas akan terus mempertahankan panggungnya karena menurutnya
dia sudah berhasil dalam menggapai apa yang dinginkan dan diperjuangkan selama
ini. Tentu saat ini tak heran jika banyak orang melakukan segala cara untuk
dapat mendapatkan panggung kekuasaan tersebut.
2.
Pemimpin yang harus membayar janjinya
Dalam
setiap kampanye, tentu para wakil rakyat akan menyampaikan visi dan misinya. Mereka
menyampaikan berbagai janji-janji jika para rakyat memilihnya. Sedangkan saja
pada saat sudah terpilih, banyak para wakil rakyat yang tidak dapat menepati
janji dan apa yang dilakukannya sekarang tidak sesuai dengan apa yang telah
diucapkannya pada saat kampanye. Pemimpin daerah seperti inilah yang membuat
daerah tidak akan bisa maju dan tidak dapat mensejahterakan masyarakatnya.
3.
Pemimpin yang harus memperhatikan
partainya sekaligus konstitusinya
Setiap
para pemimpin daerah, pasti mereka memiliki partai tersendiri untuk menjadi
pendukung saat mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah. Karena dengan
bergabungnya dengan partai, mereka akan lebih mudah dalam mencalonkan diri. Setelah
pemimpin daerah itu terpilih, maka pemimpin daerah itu tidak boleh lupa dengan
partai yang telah mendukungnya dan atas konstitusi yang didudukinya sekarang.
4.
Apakah karakter pemimpin daerahmu sudah
termasuk didalam ketiga pertanyaan diatas?
Menurut
saya belum, karena pemimpin daerah saya belum melaksanakan kewajibannya dengan
baik dan para masyarakat masih diberi janji-janji manis saja.
Tugas
3
1.
Bandingkan 3 kepala daerah anda dan Bagaimana
cara beliau merebut panggungnya/mendapatkan posisinya
Drs. K. H. Mas’ud Yunus
Lahir
di Mojokerto, Jawa Timur, 1 Januari 1952, saat ini berumur 67 tahun. Beliau
adalah wali kota Mojokerto sejak 8 Desember 2013. Beliau terpilih pada pilkada
Mojokerto tahun 2013. Beliau adalah seorang santri dekat dari Ulama' kenamaan
di Mojokerto, KH. Akhyat Khalimi (abah yat). Sebelumnya ia menjabat sebagai
wakil wali kota pada masa kepemimpinan wali kota Abdul Gani Soehartono. Beliau
bersama wakilnya Suyitno memenangkan pilkada dengan perolehan suara sebesar 43
persen suara mengalahkan 5 pasangan lainnya. Beliau juga merupakan Ketua badan
perkumpulan dan pendidikan al-amin dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin
Mojokerto.
H. Abdul Gani Suhartono, MM
Lahir
di Pati, Jawa Tengah, 10 Juli 1952,umur 67 tahun. Beliau adalah wali kota
Mojokerto yang menjabat pada periode 2003–2008 dan 2008–2013. Beliau digantikan
oleh Masud Yunus yang terpilih pada pilkada Mojokerto 2013. Beliau menjalani
pendidikan dasarnya di Jawa Tengah (SD di Surakarta dan SMP di Rembang), lalu
Beliau melanjutkan pendidikan ke sebuah STM di Surabaya. Beliau terpilih dengan
diadakannya pilkada pada tahun 2003 dan 2008. Beliau telah menjabat selama 2
periode di Kota Mojokerto ini.
Ika Puspitasari
Beliau
adalah salah satu walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto. Beliau adalah
adik dari Drs. K. H. Mas’ud Yunus. Beliau menjabat setelah kakaknya dipenjara
karena kasus korupsi. Beliau menjadi walikota Mojokerto dengan cara dilantik.
2.
Bagaimana dia menggunakan kekuasaannya
Drs. K. H. Mas’ud Yunus
Dalam
masa kepemimpinannya, beliau membuat perda mengenai wajib belajar untuk siswa
di malam hari, menerapkan kewajiban zakat bagi PNS Pemkot dan tetap mengisi
kegiatan kerohanian sebagai Ulama' di Mojokerto.
H. Abdul Gani Suhartono, MM
Beliau
menggunakan kekuasaannya dengan cara meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat
seperti usaha kecil, menengah dan rumah tangga. Tak hanya ekonomi, dalam bidang
pariwisata juga ditingkatkan meskipun di Mojokerto tidak terlalu banyak tempat
wisata.
Ika Puspitasari
Beliau
menggunakan kekuasaannya dengan cara meningkatkan sebuah program di bidang
kesehatan dan pendidikan. Karena menurut beliau kedua bidang dinilai sangat
penting. Maka dari itu kedua program tersebut menjadi prioritas dalam masa
kepemimpinannya.
3.
Beri nilai saat ini berada dilevel mana
setelah dirinya pensiun
Drs. K. H. Mas’ud Yunus
Saat
ini beliau berada di level terendah. Karena beliau telah melakukan tindakan
korupsi dan tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
H. Abdul Gani Suhartono, MM
Saat
ini beliau berada di level sedang. Saat ini beliau menggiring anaknya untuk
dapat menjadi seperti beliau. Hal ini lah yang membuat beliau berada di level
sedang.
4.
Apakah pemimpinmu seorang politisi atau
negarawan
Drs. K. H. Mas’ud Yunus (Politisi)
H. Abdul Gani Suhartono, MM
(Politisi)
Ika Puspitasari (Politisi)